Rabu, 16 April 2014

TINJAUAN HISTORIS INTEGRASI ILMU AGAMA & ILMU UMUM


Historis, Ilmu Agama dan Umum saling bersinergi sehingga akan terjadi tahap kompak/bersinergi -> sejahtera -> lestari
Integrasi ilmu agama dan umum hakikatnya adalah usaha menggabungkan atau menyatupadukan ontologi,epistemologi dan aksiologi ilmu-ilmu pada kedua bidang tersebut.Itegrasi kedua ilmu tersebut merupakan sebuah keniscayaan tidak hanya untuk kebaikan umat islam semata,tetapi bagi peradaban umat manusia seluruhnya.Karena dengan integrasi,ilmu akan jelas arahnya,yakni mempunyai ruh yang jelas untuk selalu mengabdi pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebajikan jagat raya,bukan malah menjadi alat dehumanisasi,eksploitasi,dan destruksi alam.Nilai-nilai itu tidak bisa tercapai bila dikotomi ilmu masih ada seperti yang terjadi saat ini.
Integrasi ilmu adalah keharusan bagi umat islam, oleh karenanya tanggung jawab ini bukan hanya kewajiban pemerintah semata dan Perguruan Tinggi Agama Islam, tapi juga kalangan Perguruan Tinggi Umum dan seluruh umat islam yang menginginkan kemajuan islam dan peradaban manusia yang lebih maju dari humanis.
Bagaimana Tinjauan historis tentang integrasi ilmu agama dan ilmu umum?
A.     Masa khalifah Ar-Rasyidin dan Umayah
Dalam pandangan islam, ilmu merupakan salah satu perantara untuk memantapkan dan menguatkan iman. Iman hanya akan bertambah dan menguat jika disertai dengan ilmu pengetahuan. Albert Einstein mengatakan bahwa “ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh.
Secara historis, pertumbuhan agama islam (fiqh, hadits, tafsir) sesungguhnya telah berkembang sejak masa khulafa ar rasyidin dan diawal pemerintahan Bani umayah. Hal ini bisa di lihat dari adanya tingkat pendidikan, materi pelajaran yang berbeda-beda di setiap jenjang pendidikan serta para tokoh yang lahir pada saat itu. Menurut Mahmud Yunus menyebutkan bahwa: “paa masa khalifah ar-rasyidin dan umayah sebenarnya telah ada tingkat pengajaran, hampir sama masa sekarang.
Baik pada tingkat awal, menengah, maupun tingkat tinggi, pemberian materi pelajaran masih terbatas pada materi pelajaran alqur’an, tafsir, fiqh, tarikh tasyri’ dan hadits.
B.     Masa Bani Abbasiyah
Masa bani abbasiyah dikenal sebagai masa perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa ini disamping telah berkembang ilmu-ilmu agama islam, juga banyak lahir ilmu-ilmu umum akibat adanya persinggungan kebudayaan antara islam dan negara-negara lain.
Dengan demikian, ilmu agama islam sesungguhnya telah tumbuh dan berkembang sejak rasulullah saw. Masih hidup, tetapi berkembang pesat pada pertengahan masa bani umayyah hingga masa bani abbasiyah.
Berbeda dengan ilmu agama islam yang tumbuh sejak awal perkembangan islam, ilmu pengetahuan umum mulaiberkembang di Dunia islam sejak masa Dinasti Umayyah dan mencapai puncak kejayaan pada masa Dinasti Abbasiyah. Ada dua faktor yang sangat berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan saat itu:
§  Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan.
§   Gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase;pertama pada fase khalifah al-masur hingga harun al-rasyid, terutama dalam bidang astronomi dan mantiq.  
Kedua, berlangsung mulai masa khalifah al-ma’mun hingga tahun 300 H. terutama dalam bidang filsafat dan kedokteran. Ketiga, berlangsung setelah tahun 300 H. bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin luas.
Dengan memperhatikan beberapa faktor yang menjadi sebab lahirnya pembaharuan pendidikan islam, maka pada garis besarnya telah terjadi dua pemikiran pembaharuan pendidikan islam, kedua pola tersebut adalah:
1)      Pola pembaharuan pendidikan islam yang berorientasi pada pola pendidikan modern di Barat, yang kemudian dikenal dngan gerakan modernis. Kelompok ini berpandangan bahwa sumber kekuatan dan kesejahteraan hidup yang di akui oleh Barat adalah dengan jalan mendirikan sekolah-sekolah ala barat.
2)      pembaharuan pendidikan islam yang berorientasi pada tujuan pemurnian kembali ajaran islam. Bagi kelompok ini kemunduran umat islam lebih disebabkan oleh ketidaktaatan kaum muslimin dalam menjalankan ajaran islam menurut semestinya. Pola ini berpandangan bahwa sesungguhnya islam sendiri merupakan sumber bagi kemajuan dan perkembangan peradaban serta ilmu pengetahuan modern, dalam hal ini islam telah membuktikannya pada masa kejayaan di masa silam.
Dengan pendekatan historis akan sampai pada catatan penting, bahwa dalam sejarah umat islam-lah yang mempelopori reintegrasi ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Ilmu pengetahuan Yunani, India, Cina, Persia, Romawi dsb. Yang di jumpai umat islam di abad klasik telah dikembangkan dan diislamkan sehingga ilmu-ilmu tersebut membawa kemajuan bagi peradaban umat islam.
Landasan Historis Integrasi-Interkoneksi
n  Perkembangan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan didominasi oleh ilmu-ilmu agama.
n  Ilmu-ilmu umum termasuk ilmu fisika kurang berkembang karena tekanan dari ilmu-ilmu agama.
n  Pada masa ini hubungan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum tidak harmonis.
n  Pada abad modern, tekanan dari ilmu-ilmu agama mulai berkurang bahkan hampir tidak ada.
n  Berkurangnya/hilangnya tekanan ilmu-ilmu agama, menyebabkan berkembangnya ilmu-ilmu umum secara pesat.
n  Tidak adanya sentuhan agama pada ilmu-ilmu umum, mengakibatkan ilmu-ilmu umum berkembang dengan mengabaikan norma-norma agama dan etika kemanusiaan.
n  Pada abad modern, tekanan dari ilmu-ilmu agama mulai berkurang bahkan hampir tidak ada.
n  Berkurangnya/hilangnya tekanan ilmu-ilmu agama, menyebabkan berkembangnya ilmu-ilmu umum secara pesat.
n  Tidak adanya sentuhan agama pada ilmu-ilmu umum, mengakibatkan ilmu-ilmu umum berkembang dengan mengabaikan norma-norma agama dan etika kemanusiaan.
Belajar dari perkembangan keilmuan di atas, pengembangan ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum harus berjalan beriringan, tidak boleh satu disiplin ilmu mendominasi disiplin ilmu yang lain. Dengan memadukan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, tujuan akhir dari ilmu pengetahuan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia dan menjaga kelestarian alam, dapat tercapai.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar